<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7453527205007083768</id><updated>2012-02-16T10:51:50.260-08:00</updated><category term='Kosa Kata'/><category term='Perempuan Adat'/><category term='Agama'/><category term='Catatan'/><category term='Ciptaan Tuhan'/><category term='Agama dan Politik'/><category term='Berita'/><category term='Ciptaan Ghusti'/><title type='text'>Agama Lokal</title><subtitle type='html'>.... Tuhan ada sebelum kita semua ada, Tuhan tetap ada setelah kita semua tiada ....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agamalokal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agamalokal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aku Kejawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09376566136760076395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-nRBZImPzqFQ/TkZEFHhXS5I/AAAAAAAAABM/lrDpHds3hpY/s220/agamijawi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7453527205007083768.post-820237476442339586</id><published>2011-12-02T16:27:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T16:31:21.135-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciptaan Ghusti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Sifat Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;&lt;/div&gt;“Absolut”, “Serentak dan Seragam”, “Tidak bisa berubah dan diubah-ubah”, “Tidak perlu dipelajari dan dihafalkan”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NAFAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Absolut?&lt;br /&gt;Ya,&lt;br /&gt;karena setiap manusia dan binatang hidup pasti menghisap Oksigen dan tidak bisa digantikan dengan zat lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak dan seragam?&lt;br /&gt;Ya,&lt;br /&gt;karena di seluruh belahan dunia semua orang memiliki gaya nafas yang sama, tanpa adanya sosialisasi&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa berubah dan diubah-ubah?&lt;br /&gt;Ya,&lt;br /&gt;karena orang tidak bisa merubah gaya nafasnya atau yang dihirupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu dipelajari dan dihafalkan?&lt;br /&gt;Ya,&lt;br /&gt;karena pada saat kita lahir, kita tidak perlu mempelajari dan menghafalnya bagaimana cara bernafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AGAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absolut?&lt;br /&gt;Tidak,&lt;br /&gt;karena  ada banyak pilihan Agama di dunia ini, meskipun semuanya meng-klaim  merekalah yang paling benar. Kondisi ini justru banyak menimbulkan  peperangan yang sebenarnya dibenci oleh Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak dan Seragam?&lt;br /&gt;Tidak,&lt;br /&gt;karena  tidak ada satupun Agama di dunia yang tidak memerlukan sosialisasi  untuk pengembangannya / pemasarannya. Di lain pihak, semua agama bermula  dari kepercayaan lokal (tidak serentak, dan perlu sosialisasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa berubah dan diubah-ubah?&lt;br /&gt;Bisa,&lt;br /&gt;karena  orang dapat mengubah ayat-ayat atau doa-doa dalam Kitab Ajarannya, dan  kemudian dicetak ulang dengan sampul yang sama. Yang saat ini kita dapat  lihat banyak bentrokan internal di Agamanya sendiri, karena ada pihak  yang merasa, bahwa kelompok lain telah mengubah kaidah Agama dalam Kitab  Ajarannya,  sementara menurut salah satu pihak, milik merekalah yang  lebih asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Perlu dipelajari dan dihafalkan?&lt;br /&gt;Justru  harus dipelajari dan dihafalkan terlebih dahulu, karena tanpa  mempelajari dan menghafalnya, maka kita tidak dapat berprilaku menurut  Agama yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Melihat logika di atas, maka tidak  heran jika terjadi banyak peperangan di sana-sini. Karena mayoritas  Agama ingin benarnya sendiri, dengan pembenaran diri atas nama utusan  Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Agama Jawi mengajarkan teposeliro atau  tenggangrasa atau lebih menekankan pada empati, ketimbang pembenaran  diri atas nama utusan Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Ditinjau sedikit lebih  jauh, pertanyaannya, apakah orang tua kita rela dan mau melihat  anak-anak mereka berkelahi satu sama lain. Kalau orang tua kita saja  tidak rela dan tidak mau, apalagi Tuhan Yang Maha Esa. Jadi intinya  Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah membuat agama. Dengan kita mengakui  agama-agama tersebut buatan Tuhan Yang Maha Esa, sementara mereka saling  bertikai, maka sama saja kita mengecilkan keberadaan Tuhan Yang Maha  Esa itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7453527205007083768-820237476442339586?l=agamalokal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/820237476442339586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/820237476442339586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agamalokal.blogspot.com/2011/12/sifat-ciptaan-tuhan-yang-maha-esa.html' title='Sifat Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa'/><author><name>Aku Kejawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09376566136760076395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-nRBZImPzqFQ/TkZEFHhXS5I/AAAAAAAAABM/lrDpHds3hpY/s220/agamijawi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7453527205007083768.post-7852529689362887843</id><published>2011-12-01T16:29:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T16:30:21.602-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kosa Kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciptaan Ghusti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciptaan Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Definisi Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; Mengapa kita perlu membicarakan Kosa Kata Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa,  hal ini mengingat banyak klaim dari beberapa Agama yang menyatakan bahwa  Agama tersebut adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kita dapat bedakan menjadi dua definisi : &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://kejawenonline.blogspot.com/2011/03/sifat-ciptaan-tuhan-yang-maha-esa.html"&gt;Ciptaan Tuhan secara langsung&lt;/a&gt;; adalah berbagai hal yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, tanpa perantara apapun. &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kehidupan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nafas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dlsb&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atau yang disebut juga Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;2. Ciptaan Tuhan secara tidak langsung;  adalah berbagai hal yang  diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, melalui  perantaraan manusia yang  dipintarkan.&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mobil Motor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Agama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dlsb&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Atau yang disebut juga buatan Manusia &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Catatan : &lt;br /&gt;Jadi jelas, Agama adalah buatan Manusia, karena di Indonesia saja  secara formalitas ada 5 Agama, dimana satu dan yang lainnya terkadang  berhantam-hantaman adu argumentasi, bahkan bunuh-bunuhan. &lt;br /&gt;Kalau Agama-agama tersebut, benar-benar buatan Tuhan Yang Maha Esa,  maka tidak mungkin mereka akan saling baku hantam sendiri. Memangnya  Tuhan Yang Maha Esa, seorang sosiolog yang baru semester I, sehingga  tidak bisa menggunakan manajemen konflik secara benar. Untuk menghindari  konflik itu sendiri. &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7453527205007083768-7852529689362887843?l=agamalokal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/7852529689362887843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/7852529689362887843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agamalokal.blogspot.com/2011/12/definisi-ciptaan-tuhan-yang-maha-esa.html' title='Definisi Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa'/><author><name>Aku Kejawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09376566136760076395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-nRBZImPzqFQ/TkZEFHhXS5I/AAAAAAAAABM/lrDpHds3hpY/s220/agamijawi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7453527205007083768.post-2304344699451787112</id><published>2011-11-30T17:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T18:23:09.701-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama dan Politik'/><title type='text'>Agama Asli Nusantara</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Agama asli Nusantara adalah Agama Lokal, yang lahir dan tumbuh di Nusantara, jauh sebelum adanya agama Hindu, Konghucu, Budha, Kristen Katholik, Kristen Protestan, dan Islam masuk ke Nusantara (Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama “Resmi” (Agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di Indonesia atau Nusantara telah ada Agama Lokal yang jauh lebih Tua dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, Ciri-ciri Kemandirian Agama Lokal di Nusantara ini, memiliki akar yang sama dalam pemahaman pada Tuhan Yang Maha Esa. Namun karena banyaknya suku dan bahasa di Nusantara, membuat mereka memiliki nama masing-masing, bagi Agama yang sebenarnya adalah satu dan memiliki Filosofi yang satu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datangnya Agama Import ke bumi Nusantara ini, dengan adanya banyaknya nama dari Agama-agama Nusantara, merupakan sebuah keuntungan untuk melakukan poltik devide et impera, bagi Agama Lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, mereka para tokoh Agama Import tersebut, justru mendorong untuk seolah-olah bahwa setiap daerah di Bumi Nusantara ini, telah&amp;nbsp; memiliki agama-agama atau kepercayaan asli, seperti Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten; Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat; agama Buhun di Jawa Barat; Kejawen di&amp;nbsp; Jawa Tengah dan&amp;nbsp; Jawa Timur; agama Parmalim, agama asli Batak; agama Kaharingan di&amp;nbsp; Kalimantan; kepercayaan Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara; Tolottang di Sulawesi Selatan; Wetu Telu di Lombok; Naurus di Pulau Seram di Propinsi Maluku, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi dengan Kepentingan Ekonomi dari para Negara-negara besar, untuk lebih membuat kekacauan di Indonesia, maka mereka mengirim para Penelitinya, hanya untuk melegitimasi, bahwa di Indonesia memiliki berbagai Agama dengan berbagai Aliran-nya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketidak memilikinya Kepribadian Bangsa, maka kita akan mudah dan gampang diombang-ambingkan oleh para Negara-negara besar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7453527205007083768-2304344699451787112?l=agamalokal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/2304344699451787112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/2304344699451787112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agamalokal.blogspot.com/2011/11/agama-asli-nusantara.html' title='Agama Asli Nusantara'/><author><name>Aku Kejawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09376566136760076395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-nRBZImPzqFQ/TkZEFHhXS5I/AAAAAAAAABM/lrDpHds3hpY/s220/agamijawi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7453527205007083768.post-5288344878599545299</id><published>2010-04-21T22:33:00.000-07:00</published><updated>2011-12-02T23:01:42.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan Adat'/><title type='text'>Perempuan Adat Tuntut Agama Lokal Diakui</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Setelah mengunjungi Kaukus Perempuan Parlemen Dewan Perwakilan Daerah  Republik Indonesia, sebanyak 30 Perwakilan Perempuan Adat hari ini  berkunjung ke Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Komisi  Nasional Hak Asasi Manusia, Komisi Nasional Perlindungan Anak, dan  Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Mereka meminta dukungan agar agama  lokal diakui setara 6 agama lain yang sudah resmi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; "Pengakuan  agama lokal bagi perempuan adat penting karena di lapangan terjadi  diskriminasi pada pencatatan pernikahan yang akan berdampak pada karier  hingga status anak," kata Koordinator Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal  Ika, Nia Sjafrudin, di Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap  Perempuan, Rabu (21/4).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Aliansi berharap semua institusi yang  dikunjungi mengakui perempuan adat dalam hal kepemimpinan, peningkatan  layanan kesehatan, dan akses pendidikan, serta penghapusan diskriminasi  dan kekerasan. Sejauh ini, Nia mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan  berhasil membuka pandangan anggota Dewan Perwakilan Daerah terhadap  masalah agama lokal dan perempuan adat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; "Mereka berjanji akan  memasukkan masalah kami dalam rapat paripurna,” kata Nia sambil  menambahkan, “Kami juga dijanjikan untuk bertemu kembali.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  Akibat tidak diakuinya agama lokal, Nia mengatakan, masyarakat adat  terpaksa memilih enam agama yang diakui hanya demi pencatatan  kewarganegaraan. Dampaknya, mereka tertera beragama tertentu namun tetap  menjalankan ritual adat. "Sampai sekarang data agama lokal itu kabur,  karena ada ketakutan untuk mengakuinya," kata Nia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Wakil Ketua  Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Desti Murdjiana,  menyatakan, kelompok adat terluka karena tidak ada pengakuan terhadap  agama mereka. "Mereka harus menganut agama tertentu, tapi kalau  praktiknya tidak sesuai maka dianggap pelanggaran agama," kata dia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  Nia menambahkan, diskriminasi terhadap agama lokal terlihat jelas mulai  dari garis koordinasi di pemerintahan yang menempatkannya di bawah  Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, bukan Kementerian Agama.  "Keberadaan agama lokal, dianggap sebagai komoditi pariwisata yang  mengikis nilai sakral ritual adat," kata dia menyesalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; DIANING SARI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.tempo.co/read/news/2010/04/21/173242147/Perempuan-Adat-Tuntut-Agama-Lokal-Diakui" target="_blank"&gt;http://www.tempo.co/read/news/2010/04/21/173242147/Perempuan-Adat-Tuntut-Agama-Lokal-Diakui &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7453527205007083768-5288344878599545299?l=agamalokal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/5288344878599545299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/5288344878599545299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agamalokal.blogspot.com/2010/04/perempuan-adat-tuntut-agama-lokal.html' title='Perempuan Adat Tuntut Agama Lokal Diakui'/><author><name>Aku Kejawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09376566136760076395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-nRBZImPzqFQ/TkZEFHhXS5I/AAAAAAAAABM/lrDpHds3hpY/s220/agamijawi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7453527205007083768.post-1211698578720629668</id><published>2009-03-23T22:51:00.000-07:00</published><updated>2011-12-02T22:54:25.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Penghayat Kepercataan Tuhan YME Dapatkan Pelayanan Hak Administrasi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Seseorang dan kelompok penganut Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa mendapatkan hak-hak administrasi seperti pencamtuman dalam KTP, akte kelahiran, perkawinan dan kematian, kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Depbudpar KP Sulistyo Tirtokusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulistyo mengatakan hal itu di Jakarta, Senin, di sela sela Lokakarya Sosialisasi RPB Mendagri dan Menbudpar Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Kewajiban Kepala Daerah/Wk Kepda dalam pelestarian kebudayaan dan dalam pelayanan kepada penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, pemenuhan hak administrasi dan menjalankan keyakinannya oleh pemerintah kepada penghayat kepercayaan didasarkan atas amanat UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan dan PP No 37/2007 tentang Pelaksanaan UU No 23/2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film, Tjetjep Suparman mengatakan, dengan UU dan PP tersebut,penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME tidak boleh didiskriminasikan dan mereka berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan adminitrasi seperti pencantuman dalam KTP, akte perkawinan, kelahiran dan kematian, dan pendirian pesucen (tempat berdoa), dan lahan pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Depbudpar, saat ini terdapat 1.515 organisasi penghayat kepercayaan terhadap TYME, 245 diantaranya memiliki kepengurusan di tingkat nasional dan jumlah pemeluknya se-Indonesia sekitar 10 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, masalah pengawasan penghayat kepercayaan ditangani oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang beranggotakan delapan instansi pemerintah di pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait sosialisasi rancangan peratuan bersama (RPB) Mendagri dan Menbudpar, Suparman mengharapkan, adanya standar yang sama dari daerah se Indonesia dalam pelayanan kepada para penghayat kepercayaan Tuhan YME serta pemenuhan hak sipilnya sesuai perintah UUD 1945, UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No 23/2006 tentang Kependudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen mengharapkan, terkait RPB tersebut, pemda kab/kota se Indonesia berkomitmen mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk pelesatarian kebudayaan dan pelayanan penghayat kepercyaan Tuhan YME.(*)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.antara.co.id/view/?i=1237804113&amp;amp;c=NAS&amp;amp;s=&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7453527205007083768-1211698578720629668?l=agamalokal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/1211698578720629668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/1211698578720629668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agamalokal.blogspot.com/2009/03/penghayat-kepercataan-tuhan-yme.html' title='Penghayat Kepercataan Tuhan YME Dapatkan Pelayanan Hak Administrasi'/><author><name>Aku Kejawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09376566136760076395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-nRBZImPzqFQ/TkZEFHhXS5I/AAAAAAAAABM/lrDpHds3hpY/s220/agamijawi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7453527205007083768.post-4838156646120820336</id><published>2007-07-20T22:59:00.000-07:00</published><updated>2011-12-02T23:01:09.441-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>HAK WARGA NEGARA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Penghayat Kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Minta Dilindungi UU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;JAKARTA (Suara Karya): Musyawarah nasional kedua Badan Kerja Sama Organisasi-organisasi Kepercayaan terhadap Tuhan YME (BKOK) yang berlangsung sejak Minggu (15/7), ditutup secara resmi oleh mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, Selasa (17/7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Munas berhasil menyusun pengurus baru periode 2007 - 2012. Pengurus terdiri dari lima presidium yaitu Naen Suryono, SH, MH, Hartini Wahyono, Engkus Ruswana, MM, Ir Harry Noegroho, dan Arnold Panahal serta dilengkapi pengurus inti dan departemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Untuk pertama kali dibentuk dewan penasihat terdiri dari Djoko Soemono Soemodisastro, Brigjen (Purn) Sumarsomo Wiryowijoyo SH, Kartini Soedono, Prof Dr Wila Chandrawila Supriadi, dan Bambang Soeratman. Mereka dilantik oleh Akbar Tandjung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Munas bertemakan "Kembali ke Jatidiri Bangsa" yang berlangsung di Kompleks Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur juga memperjuangkan eksistensi kepercayaan terhadap Tuhan YME agar diakui dan dilindungi dalam perundangan negara sehingga penghayat kepercayaan bisa mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara yang sama dengan warna negara pemeluk agama. Di samping itu, menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah dalam upaya memasukkan pelajaran budi pekerti dalam kurikulum pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pembukaan munas II dihadiri antara lain anggota DPR Guruh Soekarnoputra, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Ir HM Ridwan Hisjam, dan undangan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam pandangan tentang eksistensi penghayat kepercayaan dalam era globalisasi, ketika membuka munas, Minggu (15/7), Ketua DPR Agung Laksono berpendapat di era globalisasi ini diperlukan sikap dan karakter yang konsisten untuk meneguhkan kembali jati diri kita sebagai bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;"Kita harus terus bangunkan jiwa dan jati diri bangsa Indonesia dan kemudian barulah badan atau fisiknya. Hal ini disimak dari filosofi cuplikan lagu kebangsaan Indonesia, yakni 'Indonesia Raya' yakni, 'bangunlah jiwanya, bangunlah badannya,'" katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Di sinilah, menurut Agung, perlu dipahami bahwa bangsa ini dalam menghadapi berbagai tantangannya memerlukan bukan saja golongan yang pandai, tetapi juga golongan yang berbudi pekerti luhur, golongan yang cerdas sekaligus bijak. Tanpa melihat asal- usul kultural, ras, agama, aliran politik dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Agung Laksono yakin dalam komunitas para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME pun memiliki nilai-nilai budi pekerti yang luhur dalam hubungan antar-sesama manusia dan sesama bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sementara itu, Subsdit Kelembagaan Kepercayaan Depdiknas Sri Hartini, menyatakan bagi para penghayat, budi pekerti kemanusiaan yang luhur merupakan konsekuensi dari kepercayaannya kepada Tuhan YME. (Susiana)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sumber :http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=177959&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7453527205007083768-4838156646120820336?l=agamalokal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/4838156646120820336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7453527205007083768/posts/default/4838156646120820336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agamalokal.blogspot.com/2007/07/hak-warga-negara.html' title='HAK WARGA NEGARA'/><author><name>Aku Kejawen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09376566136760076395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-nRBZImPzqFQ/TkZEFHhXS5I/AAAAAAAAABM/lrDpHds3hpY/s220/agamijawi.jpg'/></author></entry></feed>
